Tradisi Presean Khas Pulau Lombok Yang Harus Anda Ketahui

Tradisi Presean merupakan kesenian khas Sasak Lombok yang dulunya bermula sebagai sebuah simbolis kegembiraan atau luapan emosi para prajurit Lombok dulu kala, setelah berhasil melumpuhkan / mengalahkan lawan di medan tempur. Budaya presean ini kemudian menjadi sebuah tradisi yang memiliki keunikan sendiri ketika para Pepadu-nya memadukan gaya bela diri dengan ekspresi-ekspresi lelucon ketika berhasil menyisakan bekas sabetan rotan di tubuh lawannya.

Gendang Beleq

Gendang Beleq

Seni bela diri atau adu ketangkasan Presean di Lombok biasanya di iringi oleh tabuhan musik Gendang Beleq, sebagai penyemangat dan pengundang masyarakat sekitar acara untuk menonton. Sambil menari-nari di iringi tabuhan gendang Beleq, kedua Pepadu akan saling menghalau dan mengalahkan lawan dengan pukulan penjalin tanpa rasa cemas ataupun takut cedera.

Dan uniknya, para peserta Presean tidak pernah dipersiapkan sebelumnya, para penonton dan siapapun yang sedang berada di medan acara boleh ikut bertarung dan memamerkan kelihaiannya.

Tradisi Presean Lombok

Tradisi Presean

Peresean, sebagai suatu permainan atau dapat dikategorikan juga sebagai seni bela diri yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Sasak, Nusa Tenggara Barat. Jika dicermati mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan acuan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu antara lain: kesakralan, kesehatan, kerja keras, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan sportivitas.

Nilai kesakralan tercermin dari tujuan peresean yaitu sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menurunkan hujan. Mereka percaya bahwa semakin banyak darah tertumpah, maka semakin besar peluang hujan akan turun.

Nilai kesehatan tercermin dari gerakan atau teknik-teknik pukulan dan tangkisan yang dilakukan, baik ketika sedang berlatih maupun bertanding. Dalam hal ini, gerakan-gerakan dalam bermain paresean harus dilakukan sedemikian rupa, sehingga otot-otot tubuh akan menjadi kuat dan aliran darah pun menjadi lancar. Ini membuat tubuh menjadi kuat dan sehat.

Nilai kerja keras tercermin dari usaha untuk menguasai teknik-teknik yang ada dalam presean. Tanpa kerja keras mustahil teknik-teknik untuk memukul maupun menangklis serangan lawan dapat dikuasai secara sempurna.

Mempelajari seni presean juga memerlukan kedisiplinan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap aturan-aturan atau awig-awig peresean yang diberlakukan. Tanpa kedisplinan dan ketaatan atau kepatuhan kepada aturan-aturan tersebut akan sulit bagi seseorang untuk menguasai kesenian ini secara sempurna.

Selain itu, mempelajari presean, sebagaimana permainan bela diri lainnya, berarti mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan, baik demi keselamatan diri maupun orang lain. Dengan menguasai peresean seseorang akan memiliki keberanian dan menjadi percaya diri sehingga tidak takut pada gangguan atau ancaman dari pihak lain.