Liburan ke Lombok Bersama Anak di Desa Sukarara

Liburan ke Lombok bersama Anak merupakan liburan yang sangat pas. Lombok merupakan salah satu pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki tempat wisata yang kaya dan beraneka ragam. Banyak sekali turis mancanegara yang rela menghabiskan biaya banyak demi liburan di Lombok. Hal ini dikarenakan pesona wisata alam pulau ini sangatlah menakjubkan jika dibandingkan dengan Negara-negara lain.

Berbagai wahana wisata mulai dari laut, gunung, air terjun, hingga desa-desa yang masih menyimpan kekayaan budaya dapat Anda temukan di pulau ini. Saat ini Pulau Lombok mulai menampakkan kiprahnya di dunia pariwisata bahkan hingga kancah internasional.

Pulau Lombok sendiri terletak berdekatan dengan Pulau Bali dan Pulau Komodo. Pulau ini memiliki luas sebesar 5.435 Km yang terbagi menjadi empat kabupaten dan satu kota. Berbagai keindahan alam yang masih perawan dapat Anda nikmati dan temukan di Pulau ini.

Liburan ke Lombok Bersama Anak di Desa Sukarara

liburan ke lombok bersama anak

Wisata Desa Sukarara Lombok

Liburan ke Lombok mungkin menjadi impian dari beberapa orang apalagi jika dilakukan bersama keluarga terdekat. Banyak orang yang sengaja merancang liburan ke Lombok jauh-jauh hari agar dapat menikmati liburan ke Lombok bersama anak tanpa harus diganngu oleh kesibukan kerja. Salah satu tempat wisata di Lombok yang unik dan dapat Anda jadikan sebagai rekomendasi selama liburan ke Lombok bersama anak yaitu Desa Sukarara.

Desa Sukarara merupakan desa penghasil kerajinan tenun songket khas Pulau Lombok yang sangat terkenal.Beberapa keunikan dari Desa Sukarara dan hasil kerajinannya menjadikan tempat ini wajib Anda kunjungi saat Anda liburan ke Lombok bersama anak.Adapun keunikan Desa Sukara di Pulau Lombok yang sungguh menakjubkan antara lain:

  1. Tenun songket
Melihat tenunan desa sukarara lebih dekat

Desa Sukarara

Tenun songket merupakan kain tenun yang dibuat melalui teknik menambahkan benang pakan dengan benang sinten sebagai hiasan. Biasanya kain ini berwarna emas atau perak. Hiasan pada tenun songket disisipkan diantara benang lusi.Kadang hiasan ini juga dapat berupa manik-manik, keras, atau bahkan uang logam.Sementara itu, benang yang digunakan pada kain songket adalah benang-benang pilihan yang suda terbukti kekuatannya.

Kain tenun khas Desa Sukarara ini tidak mudah luntur karena pewarna yang digunakan terbuat dari bahan-bahan alami yang diambil dari tumbuhan. Tak hanya itu, dalam proses pembuatannya, kain tenun songket ini membutuhkan kehati-hatian yang cukup besar. Sehingga dibutuhkan waktu hingga satu minggu atau bahkan satu bulan untuk menenun satu kain katun songket.

Kain tenun songket khas Desa Sukara ini telah menjadi bagian dari komoditi Pulau Lombok yang sudah terkenal di pasaran luar negeri.Motif-motif songket yang ditawarkan dari hasil kerajinan di Desa Sukarara ini pun sangat beragam. Mulai dari motif kembang delapan, motif ayam, motif tokek, hingga motif lainnya yang dibuat mempunyai makna masing-masing.

  1. Kain Tenun Ikat

Masyarakat Desa Sukarara selain memproduksi kain tenun songket juga memproduksi kain tenun ikat.Bahan kain tenun ikat adalah dari katun, waktu pengerjaanya pun juga tidak lama. Untuk 3 meter kain tenun ikat hanya diperlukan waktu satu hari. Kain tenun yang dihasilkan para penenun di Desa Sukarara ini rata-rata adalah buatan home industry.

Hampir setiap rumah di Desa ini memiliki alat tenun sendiri. Profesi penenun ini hanya digeluti oleh kaum wanita saja, sedangkan kaum pria sebagian besar bekerja sebagai petani

  1. Tradisi turun-temurun

Hal unik lain yang dimiliki desa ini adalah tradisi yang secara turun temurun masih dilestarikan. Salah satu tradisi tersebut adalah menenun. Di desa ini, hampir semua perempuan bisa menenun dan tidak mau bekerja di luar daerahnya.

Demikian salah satu tempat wisata yang memiliki keunikan dan wajib Anda kunjungi saat liburan ke Lombok bersama anak yaitu Desa Sukarara.Keunikan yang dimiliki Desa ini diantaranya meliputi kain tenun songket khas, kain tenun ikat khas, kain tenun yang terkenal sampai ke luar negeri, produksi home industry yang merajalela, motif-motif tenun yang memiliki arti, dan tradisi menunun yang masih turun-menurun dari generasi ke generasi. Dengan Anda liburan ke Lombok bersama anak itu berarti Anda juga turut mengajarkan nilai-nilai kebudayaan di Indonesia yang harus tetap dijaga dan dilestarikan.